Tampilkan postingan dengan label Printer. Tampilkan semua postingan

Saat ini banyak merk tinta printer yang beredar di pasaran, apakah semua aman untuk head cartridge? Dari pengalaman atau beberapa kasus pengguna printer, sebagian besar head cartridge bermasalah disebabkan oleh pemilihan tinta yang salah. Berikut salah satu tips cara memilih tinta printer yang aman untuk printer dan tentunya masih ada tips-tips yang lain yang mungkin bisa melengkapi. Tidak etis di sini menyebutkan merk tinta tertentu lebih baik dari merk tinta yang lainnya. Tips pengujian berikut yang menurut klikbebas bisa masuk akal dan mudah dipraktekkan.
Tinta yang bagus untuk head cartridge salah satunya tidak boleh mengandung garam, sekecil apapun kandungan garam pada tinta lama-lama akan membentuk endapan, kerak, mengering, menyumbat head cartridge. Efeknya biasanya dalam jangka pemakaian printer, lama tidaknya bermasalah tergantung banyak sedikitnya kandungan garam dalam tinta. Permasalahan biasanya ditandai dengan hasil cetak printer bergaris, head cartridge tersumbat.
Berikut pengujiannya :
Cara pertama (pengujian secara awam) :
Bahan :
- Kaca datar
- Air suling / disebut aquades. Air ini murni H2O tidak tercampuri larutan mineral (seperti zat kapur, garam, timbal, dll). Bisa dibeli di toko kimia atau apotek.
- Tinta yang akan diuji tentunya....
Langkah-langkah :
Teteskan masing-masing 2 tetes / 1 : 1 (air suling & tinta) diatas kaca datar ---> diamkan beberapa saat sampai mengering ---> kemudian amati.
Jika terdapat kristal-kristal halus, maka tinta tersebut mengandung garam.
Cara kedua (pengujian secara lab) :
Bahan :
- tabung reaksi
- air suling
- tinta
- metal nitrate concentation 1 mol
Langkah-langkah :
Buatlah dalam tabung reaksi larutan air suling dan tinta dengan perbandingan 1 : 1 (masing-masing 3 cc) ---> kemudian teteskan 2 tetes metal nitrate concentation 1 mol ke dalam larutan yang sudah dibuat ---> kemudian amati

apakah larutan tetap bening/tidak berubah warna atau larutan berubah menjadi keruh?
jika larutan berubah menjadi keruh, berarti tinta mengandung garam.

Bagaimana dengan merk tinta anda?
Apakah yang mahal selalu bagus?

Silahkan diuji.

Read more

Berikut urutan lubang warna pada catridge HP. Urutan warna lubang pada cartridge HP beda tipe beda pula urutannya, terkadang bikin bingung sering lupa, beda dengan cartridge untuk Canon yang urutannya mudah dihafalkan, karena urutan lubang warna cartridge Canon sama untuk semua tipe (untuk saat ini).

Berikut urutan lubang warna cartridge HP berdasar tipenya :

Cartridge HP 22
Cartridge jenis ini biasa dipakai pada : HP Deskjet 1402, 1410, 3920, 3940, D series1360, 1460, 1550, 1560, 2360, 2460,  F series 370, 380, 2120, 2179, 2180, 2235, 2275, 2276, 2280, 4185, Office Jet 4355, PSC 1400 series
Untuk cartridge baru dipasaran berkisar 140r




 Cartridge HP 60
Cartridge jenis ini biasa dipakai pada : HP Deskjet D series 1660, 2560, 2566, 2660, 2666, 5560, F series 2410, 2476, 2480, 4230, 4250, 4280, 4480, Photosmart C series 4680/ 4780
Untuk cartridge baru dipasaran berkisar 140rb
 







Cartridge HP 802
Cartridge jenis ini biasa dipakai pada : HP Deskjet 1000/ 1050/ 2000/ 2050
Untuk cartridge baru dipasaran berkisar 85rb
Read more

Hanya berbagi pengalaman semoga bermanfaat bagi yang lain. Kali ini tentang berbagai alternatif pilihan yang bisa dilakukan untuk modifikasi infus printer Canon iX6560, tentu saja setiap pilihan ada kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk pilihan silahkan disesuaikan menurut otak selera kebutuhan masing-masing.

Spesifikasi printer Canon iX6560 secara umum :

  • Bisa untuk mencetak dengan ukuran kertas sampai A3 (29,7x42 cm)
  • Jenis cartridge terpisah, maksudnya inktank bisa dilepas dari headnya, seperti cartridge pada printer Epson pada umumnya seperti T20E, T13, R270, dll.
  • Menggunakan 5 inktank cartridge terpisah dengan tipe CLI-725 (CMYK) & PGI-726 (BK). Tipe cartridge berikut bisa juga digunakan untuk printer Canon : iP4970, iP4870, iP6550, MG5170, MG5270, MX886, ada yg mo nambahin lagi...?
Bagi yang ingin memodifikasi infus ada 2 alternatif pilihan, yang masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Untuk modifikasi infus printer tentu tujuan tidak lain pada permasalahan cartridgenya untuk bisa dihubungkan sambung dengan selang ke tabung tinta.
 
Alternatif Pertama
Menggunakan cartridge bawaan printer alias original.
Kelebihan :
- Jika menggunakan cartridge original tentu saja biaya lebih murah, karena tidak perlu membeli cartridge pengganti. Harga cartridge pengganti di pasaran saat ini sampai 200rb lebih.
Kekurangan :
- Bagi teknisi untuk pemasangan modifikasi infus jelas lebih ribet, karena mesti membuat lubang pada cartidge untuk menghubungkan selang infus menggunakan knee dan neple. Untuk membuat lubang pada cartridge printer Canon iX6560 lebih sulit dibandingkan dengan cartridge Canon yang lain semisal : iP2770, iP1980, iP1700 karena struktur dan bahannya yang berbeda. Jika pemasangan tidak pas sesuai prosedur akan mudah masuk angin, namun selama pemasangan benar tidak akan ada masalah.
- Tidak ada autoreset level tinta.
Alternatif Kedua
Menggunakan cartridge CISS pengganti.
Kelebihan :
- Bagi teknisi mudah pemasangannya, tinggal menghubungkan selang infus ke cartridge menggunakan knee dan neple beres, tanpa perlu membuat lubang di cartridge segala.
- Ada autoreset level tinta.
Kekurangan :
- Jelas harganya lebih mahal, karena membeli cartridge CISS pengganti yang harganya untuk saat ini sampai 200rb lebih.

Untuk yang lainnya seperti :
- Hasil cetakan antara cartridge original dan pengganti dilihat secara langsung, baik untuk mencetak normal atau best, tidak ada bedanya (dari pengalaman). Inipun bisa tergantung dari kwalitas cartridge pengganti dari pemroduksi.
- Untuk masalah keawetan relatif, tergantung pengalaman cara penggunaan masing-masing. Untuk menentukan mana yg lebih awet belum pernah mencoba dalam jangka waktu yang lama dengan cara penggunaan dan perlakuan yang sama pula. Makanya setiap pengalaman yang berbeda menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula.
- Untuk autoreset level tinta sebenarnya tidak diperlukan dan hanya masalah display di komputer, lhohhh... kenapa? autoreset disini hanya reset level tinta saja, yang sebenarnya printer tidak bisa benar-benar mendeteksi tinta dalam cartridge habis ataupun belum. Printer hanya menghitung dari jumlah ukuran file yang dicetak. Jadi bisa jadi tampilan level tinta di komputer sudah habis, tapi sebenarnya jika dilihat tinta di dalam cartridge masih ada.
So... mana alternatif yang menjadi pilihan? tergantung otak selera kecerdasan masing-masing. Kalau ingin yang lebih hemat sepertinya Alternatif Pertama lebih masuk akal. Kalau ingin yang lebih simple pemasangannya gak pake ribet sepertinya Alternatif Kedua lebih masuk akal.
Dan saran saja bagi yang ingin infus printer Canon iX6560 atau Canon yang menggunakan cartridge sejenis, mending untuk awalnya menggunakan cartridge original bawaannya saja daripada membeli cartridge CISS pengganti. Kalau yang baru bisa dipakai? ngapain beli yang lain? Baru kemudian jika memang selama penggunaan cartridge original sudah rusak, bisa silahkan beli saja cartridge CISS pengganti, karena untuk membeli 1 cartridge warna yang original sampai 90rb dikalikan 5 warna bisa hitung sendiri deh...
Toh... untuk memasang menggantipun mudah tidak ribet.
 
 
 
Read more

Sekedar berbagi share informasi, mungkin berguna sebagai pertimbangan untuk membeli printer baru, terutama untuk mencetak dalam jumlah banyak, untuk kantor, sekolah, percetakan, rental pengetikan, printer merk tipe Epson ME Office 82WD sangat cocok.

Kelebihan printer Epson ME Office 82WD :
-  Sensasi pertama ketika menggunakan printer ini terasa dari kecepatan dalam mencetak, terutama mencetak hitam - putih, dari spec-nya mampu mencetak 38 lembar per menit. Saat mencoba mencetak pun terlihat lebih cepat dari printer laser merk Samsung tipe ML semisal Samsung ML 1640. Bisa terlihat saat hasil tes print, sebagai perbandingan : nozzle head Epson ME Office 82WD untuk hitam 3x lebih banyak dari nozzle head Epson Stylus T13 dan  nozzle head Epson ME Office 82WD untuk warna 4x lebih banyak dari nozzle head Epson Stylus T13.

- Terdiri dari tinta 4 warna CMYK, mudah untuk menginfusnya, hanya saja agak sulit mencari CISS. pengganti cartridge jika ingin diinfus. Epson ME Office 82WD menggunakan cartridge tipe 143. pada CISS pengganti cartridge terdapat baterai CMOS untuk menjaga kesetabilan tegangan pada saat printer mencetak.







- Tempat kertas / masuk kertas dari bawah, mengingatkan pada seri-seri printer HP yang lama seperti HP 3920, namun pada Epson ME Office 82WD tempat kertas dibuat layaknya pada mesin fotocopy.





- Jika diinfus tidak usah lagi membuat tabung pembuangan tinta tambahan, karena printer Epson ME Office 82WD sudah dilengkapi dengan tempat pembungan yang cukup besar dan jika sewaktu-waktu telah penuh, mudah untuk membuka melepasnya tanpa harus membongkar printer.
- Bisa untuk mencetak melalui jaringan LAN ataupun wireless, tanpa perlu menggunakan komputer. Sehingga untuk mencetak melalui jaringan LAN telah dilengkapi conector RJ 45.




Kekurangan yang langsung terasa pada tempat kertas didesain pas untuk kertas A4 atau kwarto, sehingga untuk kertas folio ditempatkan agak keluar dari tempat kertas, sehingga jika penempatan untuk kertas folio tidak pas akan mudah paper jam. 



Read more

Artikel ini sambungan dari posting artikel sebelumnya, bagi yang belum membaca silahkan klik DISINI

Memasang botol saluran pembuangan untuk printer HP hukumnya haram.

Artinya printer HP tidak perlu memakai saluran pembuangan tambahan. Printer HP tidak mempunyai vakum penyedot seperti printer Epson dan Canon. Proses Cleaning pada printer HP hanya dilakukan dengan menyapu pada bagian head cartridge dengan alat penyapu terbuat dari karet. Kalaupun spon pembuangan penuh, biasanya dalam waktu yang lama, walaupun printer sering digunakan. Dan jika spon pembuangan penuh bagaimana? jalan satu-satunya hanya dengan membongkar printer dan membersihkan sponnya.
Read more

Artikel ini sambungan dari posting artikel sebelumnya, bagi yang belum membaca silahkan klik DISINI

Memasang botol saluran pembuangan untuk printer Canon hukumnya sunah.

Nah... kok sunah? berarti boleh dunk tidak memakai botol saluran pembuangan? Boleh... namun dengan syarat dan ketentuan berlaku, dipasang botol saluran pembuangan lebih baik, tergantung sering tidaknya printer dipakai.
- Jika printer hanya jarang-jarang dipakai, misalkan dalam seminggu belum tentu digunakan untuk mencetak, tidak masalah printer tidak diberi botol saluran pembuangan, biasanya ini untuk pengguna printer di rumah yang jarang-jarang printer digunakan, dalam setahun-pun spon penampungan tinta belum tentu penuh, dan tinta lebih cepat menguapnya karena tinta zat cair.
- Jika printer sering digunakan, misalkan untuk kantor, warnet, rental pengetikan tentu printer setiap hari digunakan untuk mencetak, tentu printer harus dipasang botol saluran pembuangan.

Untuk printer Canon jarang sekali melakukan head cleaning, printer Canon hanya akan banyak mengeluarkan pembuangan tinta ketika dilakukan proses Deep Cleaning dengan menggunakan software bawaan printer. Jika hanya proses Cleaning printer Canon hanya sedikit mengeluarkan pembuangan tinta, karena proses Cleaning biasa vakum printer Canon tidak bekerja maksimal, beda dengan proses Deep Cleaning.
Untuk printer Canon dengan cartridge warna dan hitam terpisah, biasanya terdapat 2 vakum pembuangan, jadi selang saluran pembuangan yang menuju botol pembuangan ada 2 selang.
Read more

Artikel ini sambungan dari posting artikel sebelumnya, bagi yang belum membaca silahkan klik DISINI 
Memasang botol saluran pembuangan untuk printer Epson hukumnya wajib.

Printer Epson dilengkapi vacum untuk cleaner penyedot untuk membersihkan head. Kenapa wajib? karena printer Epson sering melakukan head cleaning:
- saat printer dihidupkan seringkali printer Epson melakukan head cleaning, padahal level tinta belum habis. Sekedar tips: jangan terlalu sering mematikan atau menghidupkan printer Epson, agar tidak banyak tinta yang tersedot terbuang. So.. kalau sering digunakan ya dihidupkan aja terus, atau kalau jarang digunakan ya dimatikan aja terus setelah printer selesai dipakai. Untuk printer yang dihidupkan terus lebih baik menambahkan stavolt untuk menjaga kestabilan tegangan printer sehingga elektronik printer bisa awet.
- saat tabung infus mengisi tinta CISS cartridge yang sudah kosong alias waktunya CISS cartridge perlu diisi.
- saat printer Epson melakukan head cleaning, banyak sekali tinta yang tersedot.

Untuk printer Epson biasanya hanya ada satu saluran pembuangan, karena mungkin menyesuaikan bentuk head Epson yang menyatu antara warna dan hitam, sehingga hanya ada 1 vakum untuk cleaner penyedot.
Read more

Disini saya hanya share berbagi dari pengalaman, analisa simple pake logika saja, berbagi sharing dari yang lain. Kalau ada pertanyaan, seberapa pentingkah saluaran tinta pembuangan untuk printer yang diinfus? jawabannya tergantung penggunaan, merk, tipe printer. Jadi penting atau tidak? setiap masing-masing berhak boleh menyimpulkan sesuai dengan pendapat pengetahuan otak masing-masing. Jika belum punya pengetahuan yang cukup, hati-hati sebelum menyimpulkan sesuatu, bisa-bisa analisa kesimpulan tidak tepat. Mencoba menulis apa yang tau, silahkan disimpulkan sendiri, resiko akibat silahkan ditanggung masing-masing, maaf tidak ada garansi. Jika yang lain pembaca ingin share juga, silahkan bagi di kolom komentar.
Sebenarnya boleh tidak sih tanpa menggunakan saluran pembuangan? padahal ketika beli printer baru dari sananya kan tidak ada botol dengan saluran pembuangan tambahan? Sebenarnya sih boleh-boleh saja tanpa menggunakan botol dengan saluran pembuangan tambahan, namun dengan catatan ketika spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh, printer harus dibongkar dan spon pembuangan harus dibersihkan.
Terus dari mana bisa tau kalau spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh? Sebenarnya setiap printer sudah dirancang dapat memperkirakan ketika spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh, printer menghitung setiap lembar halaman yang sudah dicetak. tentu saja disini printer hanya memperkirakan, dan printer memberi peringatan ketika diindikasikan spon penampungan pembuangan tinta telah full/penuh, biasanya melalui kode blinking atau tampilan di layar monitor

Tentu saja ribet kan... jika mesti sering-sering bongkar membersihkan spon penampungan pembuangan tinta yang telah full/penuh. Makanya muncul ide kreatif dibuat botol dengan saluran pembuangan tambahan.
Terus kenapa produsen printer tidak membuat botol dengan saluran pembuangan tambahan? yah... mungkin karena alasan penampilan, jadi kurang sedap dipandang kalau ditambahkan botol dengan saluran pembuangan tambahan. Atau emang sengaja produsen membuat spon pembuangan didalam...? biar printer nya cepet rusak kalau banjir tinta karena sudah full/penuh...? heee... klo cepet rusak kan yang untung produsen juga... printernya laris... heee...

Ok, langsung saja dibahas satu per satu :
- Sistem Pembuangan Printer Epson (infus) klik DISINI
- Sistem Pembuangan Printer Canon (infus) klik DISINI
- Sistem Pembuangan Printer HP (infus) klik DISINI
Read more

Mencegah lebih baik dari pada memperbaiki. Agar cartridge awet tidak cepat rusak, caranya hati-hati dalam pemakaian printer, perlu perawatan. Cartridge salah satu komponen printer yang sangat mudah rusak, jika tidak hati-hati dalam penggunaan. Cara ini dari pengalaman sebagai pengguna printer dan menjumpai beberapa kasus keluhan para pengguna printer, hanya sekedar sharing mungkin bisa berguna. Berikut cara berlaku untuk cartridge :
- Canon 810 CL 811, PG 40 CL 41, atau yang sejenis.
- HP 21 22, 802, 60, atau yang sejenis.



Agar head cartridge awet alias tidak cepat rusak :
- Jangan sembarangan memilih tinta, belum tentu tinta dengan merk terkenal bagus untuk head printer. Untuk memilih tinta, mungkin artikel berikut bisa membantu, klik DISINI. Dari pengalaman, permasalahan head buntu atau hasil cetak bergaris, sering terjadi akibat pemilihan tinta yang salah.
- Gunakan printer minimal 2 hari sekali untuk mencetak semua warna, untuk mencegah head buntu akibat tinta yang mengering.
- Tutuplah printer dengan kain jika tidak digunakan, terutama printer yang diinfus, seringkali debu berkumpul disekitar lubang tabung infus. Cara ini dilakukan untuk mencegah debu masuk bercampur dengan tinta, yang akhirnya menyumbat nozzle head cartridge. Lakukan cara ini terutama pada area banyak debu.
- Saat mencetak gambar full color, gunakan setting best/high/photo.
- Setiap mencetak 25 lembar hitam-putih, istirahatkan printer selama kira-kira 1 menit, kemudian baru melanjutkan untuk mencetak. Agar head cartridge tidak overheat. Biasanya bagi yang sering mencetak dalam jumlah banyak (seperti kantor, sekolah, rental, atau diburu tugas) tidak sabar melakukan hal ini, ya... akhirnya resiko cartridge rusaklah yang sering dijumpai. Akhir-akhir ini sering terjadi pada printer canon seri terbaru iP2770 cartridge 810 sering rusak hasil cetak bergaris.
- Setiap mencetak 4 lembar gambar full color, istirahatkan printer selama kira-kira 1 menit, kemudian baru melanjutkan untuk mencetak. Agar head cartridge tidak overheat.
- Hati-hati saat memegang cartridge, jangan menyentuh logam nozzle head cartridge, jangan sampai terjatuh, tergores.

Agar chip cartridge awet alias tidak cepat rusak :
- Jangan menyentuh bagian tembaga chip cartridge.
- Jangan sampai bagian tembaga chip cartridge terkena air atau tinta, akan menyebabkan konsleting.
- Jangan sampai bagian tembaga chip cartridge kotor.
Untuk menghindari chip rusak sebaiknya printer diinfus, sehingga cartridge tidak sering-sering dilepas untuk direfill. Bukan infusnya yang membuat awet chip cartridge, tapi catridge tidak sering-sering dilepas dipegang sehingga terhindar dari kelalaian memegang tembaga chip, chip terkena tinta, atau chip kotor.
Read more

Mungkin posting berikut bisa berguna, penulis sendiri juga sering lupa tipe catridge untuk printer. Berikut hanya sebagian tipe/jenis catridge untuk printer Canon, yang sering dijumpai dipasaran saat ini.

Cartridge PG 830 & CL 831
untuk printer Canon PIXMA Series iP 1880/ 1980/ 2580/ 2680 / MP 145/ 198/ 218/ 228/ 476/ MX 308/ 318

Cartridge PG 810 & CL 811
untuk printer Canon iP 2770/ 2772/ MP 245/ 258/ 268/ 276/ 287/ 486/ 496/ 497/ MX 328/ 338/ 347/ 357




 Cartridge PG 40 & CL 41
untuk printer Canon Canon PIXMA Series iP 1180/ 1200/ 1300/ 1600/ 1700/ 1880/ 1980/ 2200/ 2580/ 2680/ MP 145/ 150/ 160/ 170/ 180/ 198/ 218/ 228/ 450/ 460/ 476/ MX 308/ 318/ FAX JX 200/ 201/ 300/ 500

Bisa diperhatikan untuk catridge PG 40 & CL 41 dan catridge PG 830 & CL 831.

Catridge PG 40 & CL 41 bisa digunakan pada semua printer yang menggunakan catridge PG 830 & CL 831, namun tidak sebaliknya untuk semua (nah... lho, bingungkan?.. yg nulis aja bingung) yah..inti maksudnya begitu lah.


Read more

Berikut tips ringan yang harus diketahui bagi seorang teknisi printer. Bagaimana bisa memberi solusi jika permasalahannya belum diketahui?... yang ada malah salah dalam memberi solusi, kalaupun benar kemungkinan hanya kebetulan. Tips berikut hanya berdasar dari pengalaman dan sharing, semoga tips berguna dan bisa membantu.




Kembali lagi pada cara mengetahui jenis kerusakan pada cartridge printer Canon, langkah-langkahnya :
Siapkan tisu ---> tepelkan tisu pada ujung head

 jika saat ditisu cartridge tidak mengeluarkan tinta dengan sempurna atau malah tidak keluar sama sekali
kemungkinan
head cartridge buntu

jika saat ditisu cartridge mengeluarkan tinta dengan sempurna, tapi saat digunakan untuk mencetak tidak keluar tinta
kemungkinan
head cartridge bocor/jebol
chip cartridge rusak

jika saat ditisu cartridge mengeluarkan tinta dengan sempurna, tapi saat digunakan untuk mencetak di layar monitor mengeluarkan pesan error atau muncul blingking pada lampu printer dan printer tidak bisa mencetak
kemungkinan
chip cartridge kotor atau rusak
(untuk mengetahui kemungkinan kerusakan printer Canon melalui blinking lampu indikator, bisa melihat artikel sebelumnya, klik DISINI)

Lakukan cara diatas untuk masing-masing warna. Lihat warna apa yang bisa keluar atau tidak keluar, untuk mengetahui kerusakan head buntu/bocor atau chip kotor/rusak.

Untuk cara bagaimana memperbaiki cartridge yang rusak, untuk solusinya silahkan melihat artikel sebelumnya, klik DISINI.
Read more

Berikut tips cara memperbaiki cartridge yang rusak, trik memperbaiki cartidge yang error bermasalah. Cara ini bisa dipakai pada cartridge printer Canon, dimana cartridde-nya antara head-chip-inktank gabung menjadi satu. Antara lain bisa tipe :
- Cartridge PG 830 & CL 831
- Cartridge PG 810 & CL 811
- Cartridge PG 40 & CL 41
Gejala dan penyebab cartridge rusak ada banyak, namun secara umum kerusakan cartridge canon hanya ada dua macam, yaitu : rusak head cartridge dan rusak chip cartridge.



Untuk mengetahui jenis kerusakan cartridge, silahkan terlebih dahulu klik artikelnya DISINI
Untuk mencegah agar cartridge tidak cepat rusak alias awet, silahkan klik artikelnya DISINI

OK sekarang mari langsung kita bahas satu per satu :

1. Head cartridge rusak


Penyebab
Head cartridge rusak bisa disebabkan oleh :
- penyumbatan akibat tinta yang mengering, sehingga tentu saja akan menyumbat jalannya tinta saat digunakan proses mencetak.
- kotoran atau sering kali debu yang masuk ke cartridge bersamaan bercampur masuknya tinta, sehingga menyumbat lubang-lubang head (bahasa kerennya nozle).
- panas berlebih akibat head yang dipaksa bekerja mencetak tanpa istirahat.
- ujung head tergores akibat benturan/bergesekan dengan benda yang lebih keras. diameter lubang head cartridge sangat kecil bahkan lebih kecil dari diameter rambut manusia, sehingga apabila ujung head ini terbentur/tergesek benda keras akan mudah sekali rusak.


Solusi
Head cartridge rusak yang masih bisa diperbaiki yaitu : head cartridge yang tersumbat baik oleh tinta yang mengering atau kotoran semisal debu yang masuk bercampur tinta. Solusi penangan tergantung kondisi kerusakan head cartridge, dari yang ringan sampai yang berat. Gejala penyumbatan cartridge tentu saja ditandai dengan tidak keluarnya tinta dengan sempurna saat mencetak.
- Penyumbatan ringan :
Lakukan proses cleaning menggunakan software dari bawaan printer, jika masih belum juga bisa membantu lakukan proses deep cleaning menggunakan software bawaan printer juga.
- Penyumbatan sedang :
Dengan menggunakan alat yang disebut dengan toolkit penyedot cartridge. Caranya pun mudah cukup pasang cartridge yang bermasalah pada toolkit kemudian sedot menggunakan suntikan.
- Penyumbatan berat :
Rendam head cartridge dengan menggunakan cairan cleaner (tentu saja bukan sembarang cairan cleaner), saat merendam jangan sampai membasahi sampai kena chip cartridge. Lamanya tergantung tingkat kerusakan penyumbatan head cartridge (bisa 15 menit, 1 jam, bahkan sehari). Kemudian kombinasikan juga menggunakan toolkit penyedot cartridge.
- Penyumbatan extra berat : Tidak bisa dijelaskan dengan mendetail (untuk menjelaskan bisa sampai satu bahan posting). Tapi intinya menggunakan printer Canon (yang sudah tidak dipakai/rusak) yang dimodifikasi diambil fungsi vakumnya. Nah... vakum inilah yang kita manfaatin untuk membersihkan penyumbatan pada cartridge, cara kerjanya dengan membuat sirkulasi aliran dengan menggunakan bantuan vakum printer Canon bekas yang dimodif tersebut. Membuat aliran sirkulasi disini, dengan menggunakan cairan cleaner.

2. Chip cartridge rusak
Chip yang rusak biasa ditandai dengan pesan-pesan error pada komputer seperti : unrecognized cartridge, not compatible atau cartridge belum terpasang, yang intinya cartridge rusak harus diganti. Namun jangan diganti terlebih dahulu, siapa tau cara berikut bisa membantu.


Penyebab
- konsleting pada konektor akibat terkena cairan misal tinta.
- kelebihan arus akibat tegangan listrik yang tidak stabil.
- kotoran yang melekat pada konektor chip cartridge.
- terakhir ini kerusakan yang disebabkan oleh cartridge itu sendiri (wah bingung... gimana maksudnya?...). untuk yang satu ini belum tau juga kebenaranya hanya dengar sharing membaca search di Google, namun pada kenyataannya sering kali juga terjadi kerusakan pada cartridge yang sudah habis level tintanya atau yang sudah beberapa kali disuntik refill. Kembali pada cartridge yang rusak disebabkan oleh cartridge itu sendiri. Jadi pihak produsen memang sengaja membuat cartridge yang hanya sekali pakai sampai tinta habis dan cartrige istilahnya dirancang merusak dirinya sendiri begitu level tinta original habis. Tentu saja tujuan produsen agar pembeli tidak bisa lagi merefill atau menggunakan kembali cartridge yang telah habis tersebut dan ujung-ujungnya dituntut untuk membeli tinta dari cartridge original (wah... panjang juga).


Solusi
- Chip kotor
bersihkan menggunakan cairan alkohol, usapkan dengan tisu pada bagian konektor chip yang kotor.
- Chip rusak
cara ini kadang bisa membantu, tingkat keberhasilannya 50:50. Tidak ada salahnya juga untuk dicoba, jika masih ada kemungkinan untuk berhasil. Yaitu dengan cara memanaskan konektor chip menggunakan ujung solder. caranya :
- gunakan solder dengan ujung yang lancip.
- panaskan solder dengan panas sedang.
- oleskan FLUX solder pada conector chip, agar kabel flexible chip tidak rusak terkena solder nantinya.
- tempelkan ujung lancip solder pada masing-masing konektor chip cartridge selama kurang lebih 5 detik (hati-hati jangan sampai mengenai kabel flexible nya), lakukan dengan hati-hati.

Berikut hanya share dari pengalaman memperbaiki cartridge yag rusak, masalah cartridge rusak banyak macamnya, tulisan berikut semoga bisa memberi gambaran solusi masalah cartridge.
Tips diatas juga bisa berlaku pada memperbaiki cartridge printer HP dengan karakteristik yang sama.
Read more

Berikut cara self test print untuk printer Epson. Self test print yaitu melakukan test print tanpa menggunakan komputer, jadi untuk keperluan service printer, bisa dilakukan tanpa menggunakan komputer tanpa perlu instal driver tentunya.


Cara self test print untuk printer Epson :
------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Epson tipe C series : C41, C42, C43, C45, C58, C61, C62, C63, C65, C67, C79, C85, C86, C87, C90, dll.
Untuk Epson tipe R series : R210, R230, R270,dll.
Untuk Epson tipe T series : T11,T20,T13, dll.

Caranya :
- Patikan printer dalam keadaan mati / off
- Tekan tombol resume jangan dilepas
- Tekan tombol power (1x lalu lepas) dengan tetap menekan tombol resume
- Tetap tekan tombol resume 4-5 detik, kemudian lepas
------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Epson tipe CX series : CX Series : CX 3500, CX 3600, CX3700, CX 5100, CX CX 4900 , CX 5900,dll.

Caranya :
- Tekan tombol power jangan dilepas
- Kemudian tekan tombol tinta / ink jangan dilepas
- Tunggu sampai lampu indikator power berkedip 1x
- Kemudian lepas kedua tombol power dan ink bersamaan.
------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga tips ringan bermanfaat.
Read more


Mengenali penyebab kerusakan printer Canon keluarga Pixma IP (IP1200, IP1300, IP1600, IP1700, IP1880, IP1980, terbaru IP 2770) melalui kedipan lampu indikator. Cara memperbaiki printer Canon keluarga Pixma IP (IP1200, IP1300, IP1600, IP1700, IP1880, IP1980, terbaru IP 2770) melalui kedipan lampu indikator.





Lampu orange : 3x
Lampu hijau : 1x
Indikasi kerusakan :
Kemungkinan terjadi kerusakan pada bagian mekanik printer, terkadang juga hanya masalah sepele seperti ada sobekan kertas yang nyangkut pada bagian mekanik printer.

Lampu orange : 4x
Lampu hijau : 1x
Indikasi kerusakan :

Waste Ink Pad Full (indikasi tinta pembuangan penuh).
Solusi :
Printer perlu direset menggunakan General Tool resetter atau IP resetter.

Lampu orange : 5x
Lampu hijau : 1x
Indikasi kerusakan :
Kemungkinan permasalahan terjadi pada cartridge hitam atau warna. Bisa konector kotor karena tinta atau yang lain. Bisa konector terbakar karena konsleting terkena tinta. Bisa conector rumah cartridge yang kotor.
Solusi :
Jika konector cartridge atau rumah cartridge kotor atau terkena tinta maka perlu dibersihkan menggunakan tisu atau kalau kotor menggunakan penghapus pensil. Jika cartridge terbakar, jelas harus diganti.

Lampu orange : 7x
Lampu hijau : 1xIndikasi kerusakan :

Kemungkinan permasalahan terjadi pada cartridge warna. Bisa konector kotor karena tinta atau yang lain. Bisa konector terbakar karena konsleting terkena tinta. Bisa conector rumah cartridge yang kotor. Biasa terjadi pada printer Canon IP 1980.
Solusi :
Jika konector cartridge atau rumah cartridge kotor atau terkena tinta maka perlu dibersihkan menggunakan tisu atau kalau kotor menggunakan penghapus pensil. Jika cartridge terbakar, jelas harus diganti.

Lampu orange : 8x
Lampu hijau : 1x
Indikasi kerusakan :
Waste Ink Pad Full (indikasi tinta pembuangan penuh).
Solusi :
Printer perlu direset menggunakan General Tool resetter atau IP resetter.

Lampu orange : 7x
Lampu hijau : 7x

Indikasi kerusakan :
Waste Ink Pad Full (indikasi tinta pembuangan penuh).
Solusi :
Printer perlu direset menggunakan General Tool resetter atau IP resetter.

Lampu orange : 15x
Lampu hijau : 1x
Indikasi kerusakan :

Kemungkinan permasalahan terjadi pada cartridge hitam. Bisa konector kotor karena tinta atau yang lain. Bisa konector terbakar karena konsleting terkena tinta. Bisa conector rumah cartridge yang kotor. Biasa terjadi pada printer Canon IP 1980.

Solusi :
Jika konector cartridge atau rumah cartridge kotor atau terkena tinta maka perlu dibersihkan menggunakan tisu atau kalau kotor menggunakan penghapus pensil. Jika cartridge terbakar, jelas harus diganti.

Read more

Head Cartridge : berfungsi mengatur keluarnya tinta yang secara langsung disemprotkan pada kertas. Head cartridge terdapat lubang lubang tinta dengan diameter yang sangat kecil (bahkan lebih kecil dari rambut manusia) yang jumlahnya banyak menyesuaikan dpi (dot per inch) printer tersebut. Tidak mengherankan dalam pemakaiannya sering kali dijumpai head yang buntu, jelas saja lubangnya yang sangat kecil.

Ada berbagai macam jenis cartridge. Umumnya untuk saat ini untuk printer merk Epson head cartridge terpisah dengan penampungan tinta cartridge. Sedangkan untuk printer merk Canon dan HP umumnya gabung menjadi satu antara Head cartridge dan penampungan tinta.

Penyebab Head Catridge tersumbat atau buntu :

1. Gara-gara debu atau kotoran kecil bisa menyebabkan cartridge buntu. Dari mana kotoran atau debu masuk ke cartridge? misalnya pada printer yang diinfus, seringkali debu-debu berkumpul disekitar lubang pengisian tabung tinta infus, seringkali debu masuk bersamaan mengisi tinta pada tabung infus.

2. Apabila printer tidak digunakan dalam waktu yang lama, mudah sekali tinta pada head cartridge kering dan mengakibatkan head buntu.

3. Pemilihan tinta yang salah, sangat dianjurkan menggunakan tinta yang berbahan dasar cair (liquid). Kenapa bahan dasarnya cair (liquid)? secara logika saja bisa dibayangkan apabila tinta berbahan dasar serbuk, meskipun kelihatannya larut dalam air tapi lama kelamaan larutan serbuk tersebut akan mengendap dan endapan yang dihasilkan akan semakin tebal, bayangkan ini terjadi di dalam head cartridge. Yah kurang lebih seperti minuman kopi-lah, bagaimanapun cara pemrosesan kopi dilakukan tetap saja bahan dasarnya kopi yang dihaluskan menjadi serbuk, pastilah meskipun sepertinya ketika dilarutkan dengan air, namun ketika didiamkan akan menghasilkan endapan juga. (untuk pemilihan tinta bisa melihat artikel sebelumnya, klik DISINI).
4. Sering gonta-ganti merk jenis tinta. Bahan dasar pembuatan tinta merk satu dengan yang lainnya berbeda. Komposisi dan prosentase bahan dasar masing-masing tinta pun berbeda.

5. Memaksa printer bekerja terus-menerus tanpa istirahat terutama pada saat mencetak gambar full color. Banyak yang menyarankan, apabila mencetak gambar full color sebaiknya setelah 5 lembar istirahat 5 menit atau lebih, kemudian baru melanjutkan mencetak. Mengapa harus istirahat? Kembali ke prinsip dasar cara kerja head cartridge menyemprotkan tinta dengan cara memanaskan tinta yang ada didalamnya. Bisa dibayangkan apabila pemanasan tinta dalam head cartridge berlangsung dalam waktu yang lama, akan berakibat pada panas yang berlebih pada head cartridge itu sendiri. Panas kok bisa merusak cartridge sih? (yah sekali lagi disini klikbebas tidak menggunakan teori yang sulit, hanya menggunakan logika) secara logika lubang-lubang head cartridge terdiri dari banyak lubang-lubang kecil bahkan diameter lubang lebih kecil dari rambut manusia, bisa dibayangkan apabila ini terkena panas yang berlebih, tentu akan merusak head cartridge. Mungkin beda lagi klo head cartridge terbuat dari titanium kali, itu baru bisa lebih tahan panas, wah harganya bisa berapa tu...?

6. Head catridge terjatuh dan ujung head terbentur benda keras, wah udah pasti kalo ini.

7. Kehabisan tinta dalam catridge dan masih digunakan untuk mencetak, jelas ini head catridge panas. Karena sebenarnya fungsi tinta dalam cartridge juga sebagai pendingin head cartridge agar panas tidak berlebih.

8. Apa lagi ya? ada yg mau nambahin?
Read more

Ini hanya sharing pengalaman selama menggunakan printer khususnya Epson Stylus T20E yang dimodif infus. Kurang lebih ini kasus bisa berlaku juga untuk printer-printer lainnya Epson Stylus T11, Epson Stylus T13, Epson R230, dll. Printer Epson Stylus T20E sudah menemaniku sejak tahun 2010 sampai sekarang. Permasalahan yang sering dialami selama memakai ini printer, hasil cetak bergaris. Untuk hasil cetak bergaris ringan, solusinya bisa lihat artikel saya sebelumnya KLIK DISINI. Pernah juga ASF (bagian mekanik printer) patah, akibat kertas paper jam ditarik paksa, jadi beli deh lumayan 75rb.

OK langsung ke inti artikel penyebab dan solusi hasil cetak printer bergaris :

1. Hasil cetak bergaris akibat head yang panas.
Head panas sering terjadi setelah proses head cleaning.
- Head panas juga terjadi pada saat setelah printer (yang dimodif infus) melakukan pengisian tinta pada   cartrige. Setelah pengisian inilah printer secara otomatis melakukan head cleaning.
- Head cleaning biasanya juga terjadi pada saat printer yang dalam keadaan off/mati terus dihidupkan, seringkali printer (khususnya Epson Stylus T20E) secara otomatis melakukan head cleaning, padahal level tinta belum menunjukan akan habis.

Solusi.

Terus untuk kasus yang ini bagaimana solusinya, tidak kami bahas lagi, karena jawabnya sudah ada pada artikel saya sebelumnya silahkan KLIK DISINI.

2. Hasil cetak bergaris karena debu yang masuk ke catrige.
Masalah debu memang sepele, tapi akibatnya bisa bikin kesel, berkali-kali printer sudah dicleaning, hasilnya normal sebentar gak lama kemudian eee... bergaris lagi. Trus dari mana debu kok bisa masuk ke catrige? Seringkali debu masuk melalui lubang pada botol tinta printer infus, seringkali debu berkumpul pada sekitar lubang tersebut dan debu masuk bersamaan pada waktu pengisian tinta pada botol tinta tersebut, lebih-lebih jika waktu pengisian tinta sampai luber, otomatis masuk deh bercampur dengan tinta ke dalam botol.

Pencegahan.

Untuk yang satu ini, agar debu tidak mudah masuk ke botol :
- printer jika tidak dipakai dalam waktu yang lama ditutup dengan kain. kalau saya sendiri (emang sih penampilan jadi kurang menarik tapi gak papalah yang penting printer jadi awet) printer saya masukin kardus bawaan printernya, dengan saya lubangi bagian atas dan depan untuk lubang kluar masuk kertas.
- sebelum mengisi tinta pada botol infus, bersihkan dulu menggunakan tisu sekitar lubang botol infus dari debu.

Solusi.

Untuk yang satu ini solusinya tidak cukup dengan seperti pada nomor 1. Dari pengalaman tinta dalam catrige dan botol infus harus dikuras habis. Untuk tinta yang ada dibotol infus dicuci dengan air bersih dan dikeringkan, untuk tinta yang ada catrige dikuras disedot. Jika mengalami kesulitan untuk solusi yang satu ini sebaiknya serahkan printer kepada ahlinya alias ke servis printer terdekat, dari pada itu printer tambah parah.

3. Hasil cetak bergaris akibat catrige jebol/bocor/bahasa lainya apa ya?
Untuk kasus ini lumayan parah. Catrige jebol bisa terjadi karena printer yang dipaksa kerja keras untuk untuk mencetak.

Pencegahan.

Untuk pencegahan, terutama waktu mencetak warna full color, setiap 5 lembar mencetak usahakan printer untuk diistirahatkan sebentar (1 - 2 menit, lebih lama lebih bagus).

Solusi.

Untuk mengatasi masalah yang satu ini, tentu saja catrige jelas harus diganti. Cuman permasalahannya dari mana kita tau kalau catrige sudah rusak/jebol? Sulit untuk menjelaskan untuk yang satu ini melalui tulisan.
Caranya :
- dengan menggunakan suntikan yang dilepas jarumnya.
- kemudian sedot lubang bagian atas catrige dengan suntikan tersebut.
- kemudian lepaskan tarikan suntikan, dalam keadaan suntikan masih menancap pada catrige.
- jika tarikan suntikan kembali pada posisi semula, berarti catrige masih dalam keadaan normal
- jika tarikan suntikan tidak kembali pada posisi semula, berarti catrige sudah rusak/bocor/jebol, dan tentu saja harus diganti.

semoga mengerti maksudnya deh

4. Hasil cetak bergaris karena head yang sudah rusak.Wahh.. untuk yang satu ini jangan sampai terjadi dah. Headnya mahal bisa ampe 300 rb lebih untuk printer yang setara dengan tipe Epson Stylus T20E.

Pencegahan.

Untuk pencegahan gunakanlah printer setiap hari, walaupun itu hanya untuk mencetak satu lembar. Jangan sampai printer tidak digunakan sampe 1 bulan, alamat dah itu headnya, tintanya mengering dalam head. Dan saran aja agar head awet (dan ini yang saya lakukan hampir 2 tahun pada printer Epson saya, dan sampai sekarang headnya tidak mengalamai masalah) jangan dimatikan printer saat digunakan ataupun tidak digunakan, hal ini untuk mencegah agar tidak terjadi pengeringan pada head printer (kata sharing dengan teknisi printer sih begitu, dan itu yang aq praktekkan, sampai saat ini head printer tidak mengalami masalah, mo percaya ya silahkan, gak percaya ya kebangeten dah).

Ok deh segitu dulu tips sharing pengalaman. Kurang baik apa coba, dah mau sharing? klo mau copy paste ya silahkan, asal mencantumkan link sumbernya, klo gak nyantumin sumbernya ya kebangetan, awas lu gw tagih entar di akhirat. heeee heeee. Mo di anggap serius silahkan, bercanda ya silahkan.
Read more

Kali ini saya mau berbagi sedikit tips yang bagi saya sangat berguna. Sering kali saya menemui printer teman termasuk pengalaman saya sendiri, yaitu hasil cetakan pada printer Epson bergaris. Yang lebih parah lagi printer baru beli belum ada satu bulan, hasil cetakan sudah cacat alias bergaris (uhhh jengkel campur kesel pastinya).

Pengalaman saya baru beli priter Epson Stylus T20E pakai, ehhh belum ada seminggu di pakai hasil cetakan sudah garis-garis untuk yang warna (gimana gak kesel coba?), padahal kalau printer Epson ini normal, hasil cetakan untuk foto bisa bagus.
Tanya-tanya ama temen, disaranin coba aja dicleaning head. Dah saya coba dah cleaning head. Coba buat print warna ehhhh malah tambah parah.
Ternyata saya dapat juga jawabannya, masuk akal, di praktekkan berhasil, dan printer gw Epson Stylus T20E hampir setahun dipakai sampai sekarang gak ada masalah.
Begini caranya (Ehhh dikasihhh tau gak yaaa???) OK OK gw kasih tau :
Ternyata caranya emang bener pake Cleaning Head, cuman itu aja gak cukup, masih ada yang kelewatan. Ok ikutin aja langkah-langkanya (urut lho ya, gak boleh terbalik) heee.... :

1. Buka Printing Preferences, banyak caranya. Salah satunya melalui :

  • START
  • CONTROL PANEL
  • PRINTER and FAXES
  • klik kanan icon Epson
  • klik Printing Preferences
  • Sehingga tampil kotak dialog seperti gambar di bawah
2. Pilih tap Maintenance

3. Klik Head Cleaning, kemudian klik Start (Tunggu sampai proses cleaning selesai).

4. Setelah proses Cleaning selesai, diamkan printer kurang lebih 30 menit alias jangan gunakan printer untuk mencetak sebelum 30 menit kemudian (malah semakin lama semakin baik). Dilangkah ini lah yang sering kali tidak dilakukan, sehingga meskipun printer telah di Head Cleaning berkali-kali, hasil tetap tidak memuaskan bahkan semakin jelek hasil cetakan.

5. Langkah berikutnya lakukan pengecekan hasil print, dengan cara masukkan kertas pada printer kemudian klik Nozzle Check. Jika proses cleaning berhasil, maka hasil cetakan akan terlihat seperti gambar di bawah.

Semoga Bermanfaat...
 By: Cha_Ghaul

Read more